6 Fakta tentang Suntik Vitamin C

KOMPAS.com - Berniat melakukan suntik vitamin C? Anda harus tahu lebih dulu fakta-fakta berikut ini, agar Anda mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

1. Suntik vitamin C memberikan kadar cukup tinggi di dalam darah, tetapi jumlah tersebut akan diserap ke berbagai organ dan hanya sebagian saja yang sampai ke kulit, sehingga efektivitasnya pun dapat bervariasi pada setiap orang.

2. Untuk mendapatkan hasil maksimal pada kulit, tindakan suntik vitamin C seringkali digunakan sebagai terapi tambahan dari perawatan kulit lainnya. Sedangkan untuk perawatan dan peremajaan kulit agar tetap kenyal dan mulus, sampai saat ini yang mampu memberikan hasil maksimal adalah terapi topikal (terapi dari luar seperti halnya pemberian krim kulit pagi dan malam).

3. Pemenuhan kebutuhan akan vitamin C bisa dilakukan dengan mengonsumsi langsung buah-buahan, suntikan, dan suplemen. Ketiganya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Melalui suntik vitamin C tubuh dapat memperoleh dosis tinggi langsung ke dalam darah. Hanya saja, tidak seluruh vitamin C dosis tinggi itu akan terserap oleh tubuh. Sisanya akan tetap terbuang melalui urine. Sebaliknya, meski dosisnya tidak tinggi, dengan mengonsumsi makanan atau buah-buahan yang kaya vitamin C, tubuh mendapatkan vitamin dan nutrisi lainnya (seperti vitamin E dan A) yang dapat memperkuat kerja vitamin C. Suplementasi vitamin C memang sebaiknya diberikan secara kombinasi dengan vitamin dan nutrisi lainnya.

4. Sebelum dilakukan suntik vitamin C, sebaiknya pastikan bahwa fungsi ginjal dan hati pasien normal, serta tidak ada riwayat alergi terhadap vitamin tersebut. Fungsi ginjal dan hati sangat berpengaruh pada penyerapan vitamin C.

5. Suntik vitamin C dengan dosis 2-5 gr lewat intravena (pembuluh darah), dapat dilakukan seminggu sekali atau dengan jarak interval lebih lama (bergantung pada penilaian dokter). Tak ada patokan khusus, apakah perlu dilakukan secara paket atau tidak, melainkan akan dilihat kebutuhan dan indikasinya.

Hasil penyuntikan vitamin C akan bervariasi pada setiap individu. Terapi sebaiknya dihentikan bila muncul efek samping atau bila hasilnya tidak cukup signifikan. Efektivitas terapi dapat dilihat dari kulit yang lebih kencang, kenyal, dan cerah setelah mendapatkan terapi ini dalam waktu tertentu.

6. Vitamin C cukup aman digunakan oleh sebagian besar orang. Kalaupun ada, keluhan yang biasanya muncul adalah diare dan kembung. Kekhawatiran bahwa pemberian vitamin C dosis tinggi dapat menimbulkan batu ginjal pun tidak relevan karena banyak laporan ilmiah membantahnya. Terapi dengan vitamin C tidak menyebabkan pembentukan batu ginjal. Bahkan pemberian sampai 10 gr per hari tidak menunjukkan tanda-tanda pembentukan batu ginjal.

Meski begitu, setelah disuntik vitamin C dosis tinggi, seseorang dianjurkan untuk banyak minum. Perlu diketahui, keberadaan vitamin C dosis tinggi dalam tubuh dapat mengganggu penyerapan zat nutrisi lainnya, seperti selenium (salah satu unsur mineral yang penting untuk tubuh), dan copper (enzim penting untuk penyerapan zat besi), sehingga tubuh pun perlu mendapatkan tambahan suplemen zat-zat nutrisi tersebut untuk mengatasinya.
(Utami Sri Rahayu/Tabloid Nakita)

Narasumber: Dr Srie Prihianti, SpKK, PhD, Dermatologist Erha Clinic Group

source:http://health.kompas.com/read/2009/09/22/13455155/6.Fakta.tentang.Suntik.Vitamin.C

Konsumsi Berlebih Ada Efek Samping

Jakarta, Kompas - Selain boros, konsumsi suplemen makanan berdosis tinggi dalam waktu lama bisa menimbulkan efek samping berbahaya bagi tubuh. Suplemen makanan tidak diperlukan jika asupan makanan berimbang.

”Penggunaan suplemen, seperti vitamin dan antioksidan, adalah gaya hidup, bukan sesuatu yang esensial,” kata Guru Besar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rianto Setiabudy dalam Lokakarya Sudah Tepatkah Obat Anda, Senin (25/4/2011) di Jakarta.

Selain aneka jenis vitamin, suplemen makanan berupa mineral, serat, asam lemak, dan asam amino dikemas mirip obat. Padahal, bukan obat.

Salah satu suplemen yang sering dikonsumsi berlebih adalah vitamin C. Kebutuhan tubuh per hari hanya 90 miligram (mg) yang dapat dicukupi dari sayuran dan buah sehari-hari.

Banyak produsen menawarkan vitamin C dengan dosis 500 mg dan 1.000 mg. Padahal, kelebihan vitamin C dapat menyebabkan diare, batu ginjal, dan nyeri lambung. ”Tak ada bukti yang mantap bahwa vitamin C dapat mencegah influenza, penyakit jantung, kanker, atau katarak,” kata Rianto.

Suplemen lain yang dikonsumsi berlebih adalah antioksidan, seperti vitamin E, vitamin C, betakaroten, dan selenium. Antioksidan diklaim mampu mencegah kanker, stroke, penyakit jantung, dan menghambat penuaan. Padahal, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menyokong kebenaran klaim itu.

Konsumsi berlebih vitamin E, di atas 800 mg per hari dapat menghambat agregasi trombosit hingga mudah berdarah.

Para dokter disarankan tidak memberikan suplemen makanan kepada pasien, cukup memberikan obat esensial yang dibutuhkan oleh penderita.

Selain suplemen, jenis obat yang paling banyak diberikan dokter baik disengaja atau desakan pasien adalah antibiotika. Penggunaan antibiotika sembarang justru memicu resistensi kuman. ”Kalau hanya flu, batuk, demam, dan diare tidak perlu diberikan antibiotika,” kata Hidayati Mas’ud dari Subdirektorat Bina Penggunaan Obat Rasional, Kementerian Kesehatan.

Pendiri Yayasan Orangtua Peduli Purnamawati S Pujiarto mengajak masyarakat menjadi konsumen kesehatan yang cerdas. Pasien berhak menolak jika dokter memberikan antibiotika yang tidak diperlukan. Antibiotika berlebihan membuat kuman menjadi resisten. (MZW)

source:http://health.kompas.com/read/2011/04/26/03141786/Konsumsi.Berlebih.Ada.Efek.Samping

Suntik vitamin C, Amankah?

Kompas.com - Terpikir untuk melakukan suntik vitamic C setiap hari? Sebab katanya, suntik vitamin ini bisa menghindari kita dari berbagai penyakit? Benarkah demikian?

Sebelum menjawab rasa penasaran kita, dr. Alyya Siddiqa, Sp.FK., spesialis farmakologi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai konsumsi vitamin C.

Lazimnya, vitamin ini diberikan secara oral dengan dosis 500 mg sampai 1 gr per hari. Ini untuk melengkapi yang sudah didapat dari makanan. Sedangkan pemberian vitamin C melalui tindakan suntik langsung melalui pembuluh darah menyebabkan vitamin berada dalam aliran darah hingga 100 persen. Sementara pemberian secara oral menyebabkan formulasinya mengalami perombakan, sehingga tidak utuh lagi.

Untuk dosis vitamin C melalui suntikan, dr.Alyya menjelaskan, biasanya dalam dosis besar. Bahkan dapat mencapai 10 gr per hari. Berbagai penelitian menduga, vitamin C dapat membunuh sel kanker, namun tidak mengganggu sel sehat. Namun menurut dr. Alyya, hal ini masih dalam tahap penelitian. Termasuk pernyataan yang menyebutkan, dosis besar tidak menimbulkan efek samping pada pasien yang tidak mengalami gangguan fungsi ginjal.

Itu mengapa, dr. Alyya yang juga anggota dewan penasehat Prevention ini, mengingatkan kepada kita yang terpikir untuk melakukan suntik vitamin C, agar mengerti betul apa yang membuat kita harus mendapatkan tindakan tersebut. Dan pertimbangan itu sebaiknya didapat dari referensi seorang ahli, dalam hal ini adalah dokter yang memang dapat menganalisa seberapa banyak vitamin C yang kita butuhkan. Plus berapa kali dalam sebulan seharusnya kita mendapatkan suntikan tersebut. “Sebab sesuai kebutuhan bukan berarti dapat diberikan sesering mungkin,” demikian dr. Alyya menegaskan.

(Dr.Alyya Siddiqa, Sp.FK/Siagian Priska)

source:http://health.kompas.com/read/2011/02/18/10261758/Suntik.vitamin.C.Amankah.

Salah Kaprah Suntik Vitamin C

shutterstock

Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Hampir setiap kaum hawa pasti mengidamkan kulit yang mulus, putih, dan bersih. Selain dapat mempercantik diri, memiliki kulit putih diyakini dapat menumbuhkan kepercayaan diri.

Alhasil, situasi ini membuat banyak perempuan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hasil maksimal, termasuk dengan cara instan. Salah satunya adalah dengan melakukan suntik putih atau injeksi menggunakan laroscorbine. Ini adalah obat yang berisi vitamin C dosis tinggi berupa asam askorbat dan ekstrak kolagen.

Penggunaan laroscorbine yang disinyalir untuk memutihkan kulit, menurut dr Ferdinand, Spesialis Bedah Plastik dari Eka Hospital, pada praktiknya banyak yang salah kaprah.

Pada banyak kasus, lanjut Ferdinand, demi cepat memperoleh hasil maksimal, pratik suntik putih tidak dilakukan sesuai dengan indikasi medis. Tidak jarang pasien yang beranggapan, semakin banyak disuntik, makin cepat memutih kulitnya.

Padahal, menurut Ferdinand, itu adalah salah satu bentuk penyalahgunaan. Apabila diteruskan, hal itu bisa berdampak buruk pada organ tubuh yang lain.

“Efeknya apa? Ginjalnya yang jebol. Akhirnya bermasalah lagi. Jadi, akhirnya jadi lingkaran setan,” ungkapnya di Jakarta, Kamis, (19/5/2011) kemarin.

Ferdinand menjelaskan, laroscorbine adalah vitamin yang mempunyai efek terapitid. “Vitamin C itu hanya membantu supaya sel melanin tidak terlalu agresif membelah diri,” kata Ferdinand.

Perlu diketahui, melanin merupakan butir-butir pigmen yang menentukan warna kulit (putih, coke-lat, atau hitam). Pada kulit gelap, kadar melanin lebih banyak dibandingkan dengan kulit kuning kecoklatan. Proses pembuatan melanin yang terbentuk dari tirosin dipengaruhi oleh enzim, vitamin, mineral, dan sebagainya.

Ferdinand menambahkan, ada batas-batas tertentu pemutihan tidak bisa berjalan lebih lanjut. Tingkat putih maksimal kulit seseorang biasanya bisa dilihat pada lengan atas bagian dalam.

“Dia maksimal putihnya segitu. Jadi, sangat konyol kalau ada yang berpikir suntik laroscorbine orang kulit sawo matang, hitam, mau jadi putih kaya putih cina. Enggak mungkin,” katanya.

Praktik ilegal

Ferdinand juga membeberkan bahwa selama ini banyak pihak yang secara tidak bertanggung jawab mengambil untung dari ketidaktahuan masyarakat. “Larascorbine dan kawan-kawan itu harganya sangat murah. Anda bisa dapat dengan harga Rp 10.000. Tapi dijual sekali suntik itu harganya Rp 600.000. Bahkan, ada beberapa center itu harganya Rp 1 juta,” ujarnya.

Lantaran dapat dijadikan lahan bisnis yang menguntungkan, tak jarang laroscorbine disalahgunakan oleh oknum, baik dari masyarakat maupun dari tenaga medis, yang tergiur pada pemikiran praktis ekonomis. Mereka berpraktik bukan lagi berdasarkan indikasi kedokteran.

Oleh karena itu, Ferdinand menganjurkan kepada masyarakat yang berkepentingan dengan masalah pada kulit untuk berkonsultasi kepada orang yang berkompeten, dalam hal ini dokter spesialis kulit.

“Mereka yang punya kompetensi untuk menjelaskan secara detail. Bukan orang yang ngaku-ngaku. Sekarang banyak orang yang ngaku-ngaku karena ini bisnis besar. Jadi, tolonglah bawa ke dokter yang kompeten,” pungkasnya.

source : http://health.kompas.com/read/2011/05/20/09070843/Salah.Kaprah.Suntik.Vitamin.C

Apple Portables: Calibrating your computer’s battery for best performance

The battery has an internal microprocessor that provides an estimate of the amount of energy in the battery as it charges and discharges. The battery needs to be recalibrated from time to time to keep the onscreen battery time and percent display accurate and to keep the battery operating at maximum efficiency. You should perform this procedure when you first use your computer and then every few months after that. If you normally leave your Apple portable computer connected to AC power and very rarely use it on battery power you may want to perform this process once a month. The website www.apple.com/batteries has more helpful information regarding batteries and offers an iCal calendar to remind you to calibrate your battery.

Note: If you’re not sure which model your portable computer is, use these links to identify your iBookPowerBook,MacBookMacBook Air, or MacBook Pro.

Portables with built-in batteries

Current Apple portable computer batteries are pre-calibrated and do not require the calibration procedure outlined in this article. These computers use batteries that should be replaced only by an Apple Authorized Service Provider.

MacBook

  • MacBook (13-inch, Late 2009) and later

MacBook Air

  • MacBook Air, all versions

MacBook Pro

  • MacBook Pro (13-inch, Mid 2009) and later
  • MacBook Pro (15-inch, Mid 2009) and later
  • MacBook Pro (17-inch, Early 2009) and later

Portables with removable batteries

iBooks and PowerBook G4s other than the PowerBook G4 (15-inch Double-Layer SD)

  1. Plug the power adapter in and fully charge your computer’s battery until the battery indicator lights turn off and the adapter plug light goes from amber to green, which indicates that the battery is fully charged.
  2. Disconnect the power adapter and use your iBook or PowerBook. When your battery gets low, you will see the low battery warning dialog on the screen. Continue to use your computer until it goes to sleep. At that point the battery has been sufficiently drained for calibration.
  3. Connect the power adapter and leave it connected until the battery is fully charged again.

You have to fully charge and then discharge your battery only once to calibrate it. After that, you can connect and disconnect the power adapter when the battery is at any charge level.

Tip: When the battery reaches “empty”, the computer is forced into sleep mode. The battery actually holds a reserve beyond “empty”, to maintain the computer in sleep for a period of time. Once the battery is truly exhausted, the computer is forced to shut down. At this point, any open files could be lost. Therefore, it is important that you find an electrical outlet and connect the adapter before the forced shutdown occurs.

PowerBook G4 (15-inch Double-Layer SD), MacBook (all models), and MacBook Pro (all models) 

The battery calibration for the PowerBook G4 (15-inch Double-Layer SD) and any model of MacBook or MacBook Pro has been updated because of a new battery released with this computer. With these computers, follow these steps to calibrate your battery:

  1. Plug in the power adapter and fully charge your PowerBook’s battery until the light ring or LED on the power adapter plug changes to green and the onscreen meter in the menu bar indicates that the battery is fully charged.
  2. Allow the battery to rest in the fully charged state for at least two hours. You may use your computer during this time as long as the adapter is plugged in.
  3. Disconnect the power adapter while the computer still on and start running the computer off battery power. You may use your computer during this time. When your battery gets low, the low battery warning dialog appears on the screen.
  4. At this point, save your work.  Continue to use your computer; when the battery gets very low, the computer will automatically go to sleep.
  5. Turn off the computer or allow it to sleep for five hours or more.
  6. Connect the power adapter and leave it connected until the battery is fully charged again.

Tip: When the battery reaches “empty”, the computer is forced into sleep mode. The battery actually keeps back a reserve beyond “empty”, to maintain the computer in sleep for a period of time. Once the battery is truly exhausted, the computer is forced to shut down. At this point, with the safe sleep function introduced in the PowerBook G4 (15-inch Double-Layer SD) computers, the computer’s memory contents have been saved to the hard drive. When power is restored, the computer returns itself to its pre-sleep state using the safe sleep image on the hard drive.

source : http://support.apple.com/kb/ht1490

Dr. Tan Shot Yen

Ibu aku menjalani operasi bypass jantung di Kuala Lumpur akhir tahun 2006. Sebenarnya hasilnya baik. Tapi ibu gak bisa mengontrol dietnya.
Juli 2009, Dr Soo: dokter jantung ibu di KL, menyarankan ibu pasang ring tambahan lagi di pembuluh jantungnya.
Saat itu memang ibu mudah sekali merasa lelah, gak fit dan tekanan darahnya tidak stabil.
Ibu bilang gak mau.

Awal Oktober ibu menjalani terapi EECP di klinik Dr Raymond Suwita, seorang kardiolog di Jakarta. Hasil treatment ini secara ‘fisik’ berhasil memperbaiki kualitas pembuluh darah, terbukti dari hasil foto terlihat banyak pembuluh darah disekitar jantung yang berfungsi kembali.
Tapi tetap saja ibu mudah merasa lelah dan tekanan darahnya tidak stabil.
Hasil test darah juga buruk : kolestrol tinggi, indikator-indikator untuk fungsi hati juga buruk.

Awal Januari 2010 kemarin, aku ajak ibu menemui Dr. Tan Shot Yen di Jakarta. Ini adalah titik balik bagi ibu dan keluarga kami memahami kesehatan dan pola hidup yang benar.

Saat ini, setelah ditangani Dr. Tan; ibu sangat sehat, fit, trengginas, dan indikator-indikator test laboratoriumnya sangat baik.

Tulisan tentang dr Tan Shot Yen pertama aku baca di kompas Oktober 2009. klik disini . Beliau menulis beberapa buku. Salah satunya : “Saya Pilih Sehat dan Sembuh” Transformasi Paradigma Mengobati Menjadi Menyembuhkan. Terbitan Dian rakyat.

Dr Tan meraih S1nya di Kedokteran Umum, kemudian melanjutkan S2 dan S3 di fakultas filsafat Driyakarya. Kepada pasien, dalam prakteknya Dr Tan lebih banyak memberikan pengetahuan tentang pola hidup yang sehat, pengetahuan tentang makanan, serta pengungkapan kembali hal-hal prinsip dalam menjaga keutuhan hidup. Mengajar kita berpikir kritis: tidak hanya sekedar “membereskan” gejala penyakit, tapi yang penting adalah mengetahui asal muasal penyakit dan mencegahnya.

Salah satu artikel tentang Dr. Tan klik disini.

Beberapa catatan yang aku dapat dari konsultasi dengan beliau : (setiap ketemu beliau aku selalu bawa catetan kayak kuliah, karena banyak sekali informasi yang didapat dan sumbernya: website, buku, dll)

Manusia bukan mobil.
Dr Tan mengkritik paradigma pengobatan medis modern yang tidak melihat manusia secara holistik, serta terlalu bersandar pada obat-obatan sebagai senjata utama meredakan gejala penyakit (belum tentu penyakitnya sembuh).
Ilmu kesehatan saat ini tidak luput dari cara pandang ilmu pasti. Segala sesuatu dipilah menjadi detail sekecil-kecilnya. Tubuh manusia pun dipandang sebagai pretelan suku cadang kendaraan yang terpisah dari alam pikir dan realita spiritualnya.
Pelayanan kesehatan (klinik, rumah sakit) saat ini lebih sebatas pada penanganan masalah gawat darurat.
Tubuh manusia memiliki kemampuan memperbaiki/menyembukan dirinya. Berbeda dengan mobil yang kudu didempul dan dicat ulang akibat dibaret, kulit manusia yang tergores bisa sembuh sendiri, tentunya dengan kondisi badan yang sehat.

Treating illness: First, by diet regimen. Second, by medicine. Lastly : with surgery
Modern physician had reversed the order of treatment.
(Hippocrates)

Anatomi Manusia vs Modernitas.
DNA manusia modern dengan manusia purba 99,99 adalah sama. Namun oleh perjalanan hidup dengan perubahan kebudayaan, terjadilah penyimpangan yang terutama mengenai makanan manusia dengan segala akibat yang ditimbulkannya.
Makanan natural dan utama manusia seharusnya seperti manusia-manusia primitif; yakni sayur, buah (sebaiknya mentah), kacang-kacangan serta daging hewan yang tumbuh alami.
Setelah manusia mengenal api, manusia mulai terbiasa memasak makanan yang berakibat hancurnya enzim2 dalam makanan.

Sebaiknya hindari daging sapi, karena sapi yang seharusnya makan rumput, saat ini makan pelet yang berasal dari hancuran tulang2 sapi, dll. Tidak heran muncul penyakit sapi gila, dll.

Juga hindari kedelai dalam bentuk tahu, susu kedelai, dll. Kecuali dalam bentuk tempe (aku lupa detailnya, tapi kira2 demikian: kedelai saat ini sudah mengalami rekayasa sedemikian rupa yang mengandung unsur yang memicu peningkatan hormon estrogen yang mengakibatkan kanker payudara. Namun ketika kedelai sudah mengalami fermentasi: dijadikan tempe, kandungan zat ini ternetralisir)

Makanan vs Dagangan
Bedakan ‘makanan’ dengan ‘dagangan’.
Sayur, buah, daging, kacang-kacangan dan telur dalam kondisi segar dan diolah dengan benar; adalah makanan. Tidak ada batas dalam mengkonsumsinya.
Mi instant, kripik kentang, roti, biskuit, sirop, dll adalah dagangan yang sebenarnya tidak diperlukan tubuh manusia. Meskipun dinyatakan ‘aman’ karena bahan pengawetnya dibawah ambang batas, bukan berarti bisa direkomendasikan sebagai makanan yang baik.
Aman bukan berarti boleh.
Alasan kepraktisan dan ekonomis adalah slogan yang dikumandangkan para pedagang.

No Rice and Sugar. And Milk too!
Tolak nasi, gandum, serta bahan makanan berpati yang ber indek glecemic tinggi. Karbohidrat semacam ini akan memancing lonjakan insulin yang akan menekan kadar gula darah yang berujung mengubahnya menjadi lemak.
Kebutuhan karbohidrat bisa dipenuhi dari sayuran tertentu yang sebenarnya memiliki kandungan karbohidrat yang lebih baik.

Berbuka (puasa) dengan yang manis ? (*slogan iklan)….salah banget!!!
klik disini untuk penjelasannya.

Susu bukan konsumsi yang sehat untuk manusia paska usia balita. Hanya manusia lah satu-satunya mamalia yang masih minum susu setelah dewasa.
(Aku menemukan banyak website yang mengkonfirmasi bahwa susu memang bukan konsumsi untuk manusia. Setidaknya dapat dibuktikan bahwa tidak ada enzim di sistem pencernaan manusia dewasa yang berfungsi mencerna susu)

Secara umum, pengganti sepiring nasi (sumber karbohidrat) adalah :

1 ikat selada
1 buah timun
1 buahtomat
1 buah apel/pear
½ buah alpukat
2 butir putih telur rebus.

Sedangkan untuk lauknya (sumber protein dan lemak) bisa dengan ikan, ayam, jamur, dll yang dimasak dengan rebus, atau kukus.
Gorengan dan panggang sangat dilarang.

Selain perubahan paradigma ‘makanan’; untuk konsumsi ibu aku ditambah dengan tablet Salmon Omega 3, Q-10, vitamin E serta Vitamin C dosis tinggi.

Ditempat ruang tunggu dr Tan, kebanyakan pasien adalah penderita penyakit jantung (stroke, kolestrol,dll), diabetes, disfungsi hormon, autism,dll

Awalnya susah sekali bagi ibu untuk merubah pola makannya: tidak makan nasi, kecap, dll. Tapi setelah 3 bulan lebih, ibu bisa terbiasa.
Memang berat badannya turun drastis, tapi kondisi kesehatannya sangat baik.

Seorang kenalan, penderita diabetes dan obesitas parah. Beratnya 120 kg. kemana-mana kudu membawa alat injektor insulin yang secara otomatis menyuntikan insulin ke tubuhnya.
Ketika bertemu, Dr Tan meminta saat itu juga alat dilepas dan langsung menjalankan pola makan diatas.
2 bulan kemudian, beratnya bisa turun 20 kg dan sudah tidak memerlukan insulin lagi. Tubuhnya juga jauh lebih bugar.

Dr Tan Shot Yen berpraktek di kliniknya di sebelah Teraskota BSD City. Parktek dari jam 9 pagi sampai selesai. Penulis aktif di tabliod Nyata.

Aku juga menemukan beberapa buku dan artikel yang memiliki paradigma yang sama dengan Dr Tan. Antara lain Dr. Hiromi Shinya yang berasal dari Jepang. Sempat bikin draft reviewnya. Kalau sempat kapan2 di upload.

Dr. Tan ini sekilas galak banget. Tapi sebenarnya dia bermaksud agar pasiennyaserius dan gak ‘slengek-an’ (istilah beliau) hehe….

 source : http://celeronpras.blogspot.com/2010/10/dr-tan-shot-yen.html

Use a linebreak in Excel on Mac

Sometimes you need a linebreak in an Excel spreadsheet cell, but when you hit return or enter it always jumps you to a new cell. On Windows, you can just hit alt-return (or maybe alt-enter; if one doesn’t work, try the other). On Mac, you’ll need to hit control-option-return.

Took me a while to figure this out, and I figured it could be useful for others. Enjoy!

source : http://beckism.com/2008/03/linebreak_excel_mac/

How to create a bootable Mac OS X Lion installation DVD

Apple announced last week at the WWDC that Mac OS X Lion will be available in the Mac App Store by June. But how does that effect users that are used to install OS X with an installation DVD? Quite simple just create one, if you follow the following steps you will make a perfect OS X Lion installation DVD, that doesn’t require OS X 10.6.x to be installed.

If you start downloading OS X Lion from the Mac App Store, it will show up as a installer on your hard disk. By double clicking on the installer, you will be shown the installation screen of OS X Lion. Users that are familiar with Xcode 4 know how this works, as Xcode is also being distributed via the Mac App Store.

It is also possible to start a new installation of OS X Lion when you perform a restart. Just hold down option⌥ key while rebooting, until your hear the “boing!” sound, you will now start the boot menu. Here you are able to boot from the ‘Recovery’ partition, which contains the fully automatic installation of Mac OS X Lion.

But you are probably here to see how you can create a bootable OS X Lion installation disc, which can come in handy when your hard drive has crashed or when a reinstallation of OS X Lion is longer possible using the ‘Recovery’ partition.

Let’s get started creating an installation DVD. First ‘Control + Click’ on the installation file and select ‘Show Package Contents’. There will now open a new ‘Finder’ window, and you have to be looking for the file ‘InstallESD.dmg’, which can be found in the SharedSupport folder and copy this file to your desktop.

We saw that several users lost the install file, please first create the installation DVD and update after that! Lion will automatically delete the file after it updated your system!

Now open ‘Disk Utility’ and click on the ‘Burn’ button and select the file that you have just placed on your desktop called ‘installESD.dmg’. Insert a blank DVD into your DVD burner and after a few minutes you have a perfect OS X Lion installation DVD.

  1. Download Mac OS X Lion through the Mac App Store (~4GB)
  2. Navigate to your application folder and right click on the OS X Lion installation file and choose ‘Show Package Contents’
  3. Navigate to the ‘SharedSupport’ folder and find ‘InstallESD.dmg’
  4. Copy the ‘InstallESD.dmg’ file to your desktop
  5. Start ‘Disc Utility’ and place a blank DVD in your DVD-drive
  6. Press the ‘Burn’ button and select the ‘InstallESD.dmg’ file that can be found on your desktop
  7. After the burning of the DVD is done, you can reboot your Mac and start the Mac OS X Lion installation DVD

source : http://www.yourdailymac.net/2011/06/how-to-create-a-bootable-mac-os-x-lion-installation-dvd/

Uninstalling MySQL from Mac OS X Lion

To uninstall MySQL and completely remove it (including all databases) from your Mac do the following:

  • Use mysqldump to backup your databases to text files!
  • Stop the database server
  • sudo rm /usr/local/mysql
  • sudo rm -rf /usr/local/mysql*
  • sudo rm -rf /Library/StartupItems/MySQLCOM
  • sudo rm -rf /Library/PreferencePanes/My*
  • edit /etc/hostconfig and remove the line MYSQLCOM=-YES-
  • rm -rf ~/Library/PreferencePanes/My*
  • sudo rm -rf /Library/Receipts/mysql*
  • sudo rm -rf /Library/Receipts/MySQL*
  • sudo rm -rf /private/var/db/receipts/*mysql*

The last three lines are particularly important as otherwise, you can’t install an older version of MySQL even though you think that you’ve completely deleted the newer version!

source : http://akrabat.com/computing/uninstalling-mysql-on-mac-os-x-leopard/

Enabling PHP and Apache in Leopard

Mac OS X 10.5 (Leopard) comes with both Apache 2.2.6 and PHP 5.2.4 preinstalled, but they’re not enabled by default. The following instructions should help you get up and running.

  1. Open BBEdit or TextWrangler (a free, cut-down version of BBEdit available fromwww.barebones.com). From the File menu, select Open Hidden. In the Open dialog box, select All Files from the Enable drop-down menu. Then navigate to Macintosh HD:private:etc:apache2:httpd.conf, and click Open.
  2. This opens the main configuration file for Apache 2.2.6. It’s a system file, so you need to unlock it by clicking the icon of a pencil with a line through it at the top-left of the toolbar, as shown in the following screenshot:Apache configuration file in TextWrangler
  3. You will be told that the document is owned by “root”, and be asked to confirm that you want to unlock it. Click Unlock. This removes the line through the pencil, and readies the file for editing. Normally, when editing system files, it’s a good idea to make a backup. However, it’s not necessary in this case, because backup copies of all the Apache configuration files are in the original subfolder of the Apache2 folder.
  4. Scroll down until you find the code shown on line 114 in the following screenshot (although the line number is likely to be the same in your version, it’s the code that’s important, not which line it’s on):Load PHP module command
  5. Position your cursor at the beginning of that line, and remove the hash or pound sign (#). It should now look like this:LoadModule php5_module      libexec/apache2/libphp5.so

    This enables PHP 5 on your computer.

  6. Save the file. Because it’s owned by “root”, you will be prompted to enter your Mac password. That takes care of the basic configuration. In theory, you could now start Apache and PHP would be up and running. However, the default installation doesn’t use the PHP configuration file php.ini. You need to need to make a copy of a file called php.ini.default, and edit it.
  7. Unfortunately, you can’t open php.ini.default in BBEdit or TextWrangler and save it with a different name. You need to go under the hood of OS X by opening Terminalin the Applications:Utilities folder. Similar to the Command Prompt in Windows, Terminal gives you direct access to the underlying operating system on a Mac.
  8. With Terminal open, type the following series of commands, each followed by Return:cd /private/etc sudo cp php.ini.default php.ini

    This moves you into the private:etc folder, and then copies php.ini.default to php.ini in the same folder, using the sudo command. You need to use sudo because it’s a system file. Enter your Mac administrator password when prompted. Terminal should now look something like this:

    Copying php.ini.default in Terminal

  9. Open php.ini in BBEdit or TextWrangler using Open Hidden in the same way as with http.conf. You should find php.ini in Macintosh HD:private:etc. Click the icon of a pencil with a line through it to enable editing.
  10. How you edit php.ini is mainly a question of preference, but the most important change is to a command called error_reporting. The default setting (it should be on line 305) looks like this:error_reporting = E_ALL & ~E_NOTICE

    Change it to this:

    error_reporting = E_ALL

    This ensures that PHP reports all errors. Although no one likes error messages, it’s vital to eliminate any errors (even seemingly minor ones) before deploying scripts on a live web server.

    NOTE: There are several lines that look similar. Make sure that you edit the line that does NOT begin with a semicolon. A semicolon at the beginning of a line in php.iniindicates a comment, which is ignored by the server.

  11. Save php.ini.
  12. You can now start Apache by going to System Preferences. Click Sharing inInternet & Network. Then place a checkmark in Web Sharing. When Apache starts up, System Preferences should display Web Sharing: On.
  13. Click the link under Your computer’s website. This should launch Safari and display an Apache web page.
  14. Create a page called test.php, and type in the following code:<?php phpinfo(); ?>

    Save it in Macintosh HD:Library:WebServer:Documents.

  15. Load the following URL into your browser:http://localhost/test.php

    If you see the PHP configuration screen, you’re up and running!

NOTE: If you did an upgrade install of Leopard, you cannot view pages stored in your personal Sites folder, because the necessary file(s) won’t have been copied to the correct folder for Apache 2. To copy the file(s), open Terminal and type the following commands, both followed by Return:

cd /private/etc/httpd/users ls

You should see at least one file that uses your Mac username followed by .conf. For example, on my computer, it’s called davidpowers.conf. You need to copy this file for each user to a folder where Apache 2 can find it. Type the following command, using the name of the file on your computer instead of davidpowers.conf:

sudo cp davidpowers.conf /private/etc/Apache2/users

If there are several .conf files to copy, you can use the following command instead:

sudo cp *.conf /private/etc/Apache2/users

However, if you have previously installed the Mac PHP package from Marc Liyanage, do not copy entropy-php.conf.

For this (or any other) change to take effect, go to Sharing in System Preferences, deselect Web Sharing, and then reselect it. This restarts Apache and implements any changes made to the Apache or PHP configuration.

My thanks to Dan Brown for the additional information he provided for these instructions.

Source : http://foundationphp.com/tutorials/php_leopard.php

Footnote:

* Mac comes apache and php along with the unit.

* PHP.ini should be created from \etc\php.ini.default and to activate mysql extension, uncomment the line containing ‘;extension=php_mysqli.dll’ otherwise php will not able to recognize mysql database engine

* Add write/change access to apache document root directory using finder. This is to enable copy-sync between IDE and apache during running modified code (such as netbeans)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.